tag:blogger.com,1999:blog-150696712008-05-24T08:05:54.251+07:00KulkulTudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comBlogger62125tag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-35105337466579336082008-05-24T07:51:00.002+07:002008-05-24T08:05:54.288+07:00Cheaper in Australia<br /><br />Have you ever been to Australia? If you have never been there, you must visit them. Unfortunately once is not enough since there are so many tourism destination, entertainment venues, art galleries, unique cultures here. But you will easy to find best hotels in Australia, simply click <a href="http://www.cheaperthanhotels.com.au/Australia/Sydney/">Sydney Hotels</a>, <a href="http://www.cheaperthanhotels.com.au/Australia/Melbourne/">Melbourne Hotels</a>, <a href="http://www.cheaperthanhotels.com.au/Australia/Brisbane/">Brisbane Hotels</a>, <a href="http://www.cheaperthanhotels.com.au/Australia/Perth/">Perth Hotels</a>, etc. They have excellent usability for making reservations and save your money as well. <br /><br />In <a href="http://www.cheaperthanhotels.com.au/Australia/Sydney/">Sydney</a>, you might go to the world famous Bondi Beach. Manly Beach or two of the best beaches for ocean surfing, Maroubra and Narrabeen beaches. Not to mentioned the Blue Mountains National Park (World Heritage Site), Sydney Harbour, The Sydney Opera House (icon), etc. <br /><br /><a href="http://www.cheaperthanhotels.com.au/Australia/Melbourne/">Melbourne</a> is now become a multicultural city and tourism plays an important role in economy. Its one of the world's busiest passenger station will serve you to visit on of the oldest worldwide Chinatown established in 1854, Southbank ( new icon of Melbourne), or Melbourne Docklands - Yarra’s Edge. <br />The South Bank Parklands man-made beach, City Botanic Gardens, and Roma Street Parkland are popular recreation areas in <a href="http://www.cheaperthanhotels.com.au/Australia/Brisbane/">Brisbane</a>. And last but not least is <a href="http://www.cheaperthanhotels.com.au/Australia/Perth/">Perth</a>. King's Park with thousands of species of wildflowers, and Art Gallery of Western Australia are best visit. Enjoy your holidays!Putra Partantanoreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-23444516593011539212008-05-18T08:06:00.001+07:002008-05-18T08:11:17.982+07:00Bloggerwave.com <br /><br />Do you want to make money through blogging? Have no idea how to start? Visit Bloggerwave as I did. This advertising media gives me opportunity to write article about the current issues, people products, and get paid at the same time. Did you see my sponsored posting in this site? Just like that. <br /><br />Simply register your blog to join its market place and happy blogging!<br /><br />Further info: <a rel="nofollow" href="http://www.bloggerwave.com/blog_ClickTrack.php?OpportunityId=31&BlogId=11921&LinkId=0"></a><br /><br /><a href="http://www.bloggerwave.com" target="_blank" rel="nofollow"><img src="http://bloggerwave.com/blogviewcount.php?pic=sponsorlogo.gif&OpportunityId=31&BlogId=11921" /></a>Putra Partantanoreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-36840295505723552712008-05-18T08:01:00.001+07:002008-05-18T08:06:07.600+07:00Look of the year<br /><br /><img src="http://78.136.62.9:8080/Bloggerwave/uploadImages/Look_of_the_year_pic2.jpg" style="border-style:none; " alt="" /><br />There are something differ and unique from beauty contest online by Look of the year, where is no secret judges and everyone who visit this site will easily vote the participant.<br /><br />If you are young and beautiful this might be your best opportunity register yourself, and let people as well as model agencies keep watching on you. Being a model, appear on covers of magazines, and traveling the world still your biggest obsession? Sign up now.<br /><br />More info: <a rel="nofollow" href="http://www.bloggerwave.com/blog_ClickTrack.php?OpportunityId=56&BlogId=11921&LinkId=0">http://www.lookoftheyear.com</a><br /><br /><a href="http://www.bloggerwave.com" target="_blank" rel="nofollow"><img src="http://bloggerwave.com/blogviewcount.php?pic=sponsorlogo.gif&OpportunityId=56&BlogId=11921" /></a>Putra Partantanoreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-5696830039413752212008-05-18T07:37:00.001+07:002008-05-18T07:41:40.926+07:00Hindi language<br /><br />Hindi language is the official national language of India and is one of the 23 scheduled languages, as defined in the Constitution. In India more than 180 million people speak Hindi as their mother tongue and another 300 million use it as second language. Hindi is also spoken by sizeable Indian in Bangladesh, Canada, UK, USA, Mauritius, Philippines, Singapore, South Africa, and parts of the Middle East and East Africa<br /><br />With more than 487 million speakers and one of the most widely-spoken language in the world <a href="http://www.iaflindia.com/">"Hindi translation"</a> becoming important nowadays. Even only 41% of the Indian population speak Hindi dialects, and difficult to provide an <a href="http://www.iaflindia.com/">"India translation"</a> in a single language, Modern Standard Hindi is used for administration of the central government.<br /><br />For those who want to know better about India, they might need <a href="http://www.iaflindia.com/">"translation India". </a>Some one says language is a bridge for different culture and custom, so it will extending your mutual understanding with Hindi speaker.Putra Partantanoreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-18487165925985493702007-04-24T10:35:00.001+07:002008-02-23T09:43:03.392+07:00Semangat Chairil Anwar<br /><br /><br />Chairil nampak mulai yakin akan narasinya sendiri dan mulai menuliskan. Dan narasi pun berkelanjutan:<br /><br />Kita – anjing diburu – hanya melihat sebagian dari sandiwara sekarang<br /><br />Tidak tahu Romeo dan Juliet berpeluk di kubur atau ranjang<br /><br />Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu<br /><br />Keduanya harus dicatat, keduanya dapat tempat<br /><br /><br />Di luar terdengar lagi rentetan suara tembakan.<br /><br /><br />Dan kita nanti tiada sawan lagi diburu<br /><br />Jika bedil sudah disimpan, cuma kenangan berdebu;<br /><br />Kita memburu arti atau diserahkan kepada anak lahir sempat.<br /><br />Karena itu jangan mengerdip, tatap dan penamu asah,<br /><br />Tulis karena kertas gersang, tenggorokan kering sedikit mau basah!<br /><br /><br />Chairil melipat catatannya,<br /><br />Kembali menyandak ranselnya,<br /><br />Berlalu dari kamar sana.<br /><br /><br />Chairil melompat dari kereta pada peron stasiun Karawang yang dipenuhi laskar<br /><br />berbagai macam dan meriam-meriam penangkis serangan udara. Pada seorang pemuda yang berdandan semacam koboi dia bertanya:<br /><br /><br /><br />“ Bung, di mana Markas Besar?”<br /><br />(Syuman Djaya ; Aku ; Metafor ; 2003)Putra Partantanoreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-64499219621371354242007-03-07T13:23:00.000+07:002007-03-14T14:15:03.984+07:00<a href="http://www.haplessdilettante.com/images1/beckett.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.haplessdilettante.com/images1/beckett.jpg" border="0" /></a><br /><div>Menunggu<br /><br />Vladimir: <em>Nah, bagaimana? bisa pergi?<br /></em>Estragon: <em>Ya. Ayo, kita pergi</em>.<br />Mereka tetap tidak beranjak.<br /><br />LAYAR MENUTUP</div><br /><div><br />(Samuel Beckett ; Menunggu Godot ; Penerbit Bentang ; 1999)</div>Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-41585879030386696122007-02-06T11:26:00.000+07:002007-02-06T11:34:27.006+07:00Lekra dan Manikebu<br /><br />Di dalam negeri, Pram teraniaya bukan hanya oleh rezim Orde Baru. Dia juga menerima “karma“ dari rekan-rekan sejawatnya, para sastrawan sendiri. Syahdan, pada paruh pertama tahun 1960-an Pram sangat berkuasa. Sebagai Ketua Lekra dan Pemimpin Redaksi Harian Bintang Timur, dengan lembar kebudayaan Lentera, Pram biasa menghajar lawan-lawan politiknya, terutama para penanda tangan Manifes Kebudayaan, yang dilecehkan dengan sebutan “Manikebu”.<br />Ketika itu, tak ada Koran atau majalah yang berani memuat karya para “Manikebuis” ini. Hingga mereka harus menulis dengan nama samaran. Diantara para penanda tangan Manifes, Goenawan Mohamad (GM) paling menderita terkena dampak terror Pram cs. Namun, dendam yang tertuju kearah Pram justru datang dari para sastrawan, yang ketika itu belum berbunyi atau jauh dari hiruk pikuk politik. Hingga mereka sebenarnya kurang terkena dampak terror dari Pram.<br />GM sendiri sebagai wartawan Tempo sempat ke pulau Buru menengok Pram dengan pen uh empati. Ketika Pram meninggal beberapa waktu lalu, Catatan Pinggir GM di Majalah Tempo juga sangat obyektif. Tak tampak sama sekali adanya dendam pribadi, terlebih dendam politik. Beda dengan beberapa sastrawan yang sampai saat ini pun ingatannya masih tertuju ke masa pra- G30S, ketika Pram masih sangat berkuasa. Dendam politik ini tampaknya akan sulit dihapus begitu saja oleh berlalunya waktu.<br />Sikap para sastrawan yang pernah berseteru dengan Pram sebenarnya tipikal mewakili sikap Pemerintah Indonesia. Meskipun Orde Baru telah tumbang, pemerintahan BJ Habibie, Gus Dur, Mega, dan SBY tidak pernah mencabut larangan beredar buku-buku Pram. Padahal “dosa” politik Pram sudah ditebusnya dengan menderita di tahanan Pulau Buru tanpa pernah diadili. Pencabutan larangan ini penting sebab karya-karya Pram, Sitor Situmorang, Agam Wispi, dan lain-lain selama ini tidak pernah tercantum dalam antologi resmi dan buku-buku sekolah.<br />(F Rahardi; Pram dan Politik Nobel Kapitalis; Kompas 4 Februari 2007)Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-7932183319722332762007-01-20T11:21:00.000+07:002007-02-06T11:25:46.138+07:00<a href="http://illuminations.berkeley.edu/images/pramoeyda2.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://illuminations.berkeley.edu/images/pramoeyda2.jpg" border="0" /></a><br /><div><br />Menyembah<br /><br />Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu. Hilang anthusiasme para guruku dalam menyambut hari esok yang cerah bagi ummat manusia. Dan entah berapa kali lagi aku harus mengangkat sembah nanti. Sembah – pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br />(Pramoedya Ananta Toer; Bumi Manusia; Penerbit Lentera Dipantara)</div>Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-53759118862498239502007-01-01T11:16:00.000+07:002007-02-06T11:21:40.007+07:00<a href="http://www.st-goar.de/aktuelles/berichte2005/g03-05/karlmay.jpg"><img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.st-goar.de/aktuelles/berichte2005/g03-05/karlmay.jpg" border="0" /></a><br /><div><br />Dan damai di Bumi!<br /><br />Bawalah Warta Gembira ke seantero dunia,<br />Tetapi tanpa mengangkat pedang dan tombak,<br />Dan jika engkau bertemu rumah-ibadah<br />Jadikanlah ia perlambang damai antar umat!<br /><em>(Karl May; Dan damai di Bumi!;Kepustakaan Populer Gramedia 2002)</em></div>Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-74659474847368319882006-12-18T21:00:00.000+07:002006-12-18T21:03:58.347+07:00<a href="http://img.timeinc.net/time/asia/features/heroes/images/gallery_fals.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://img.timeinc.net/time/asia/features/heroes/images/gallery_fals.jpg" border="0" /></a><br /><div><br />Ibu<br /><br />Ribuan kilo jalan yang kau tempuh<br />Lewati rintang untuk aku anakmu<br />Ibuku sayang masih terus berjalan<br />Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah<br /><br />Seperti udara... kasih yang engkau berikan<br />Tak mampu ku membalas...ibu...ibu<br /><br />Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu<br />Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu<br />Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku<br />Dengan apa membalas...ibu...ibu....<br /><br />Seperti udara... kasih yang engkau berikan<br />Tak mampu ku membalas...ibu...ibu<br /><br />(Iwan Fals; ibu)</div>Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-42427637510530658992006-12-01T14:54:00.000+07:002006-12-01T14:59:56.325+07:00<a href="http://www.fnfasia.org/articles/images/keden02.jpg"><img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.fnfasia.org/articles/images/keden02.jpg" border="0" /></a><br /><div><br />Keinginan dan Kenyataan<br /><br />Pertentangan antara keinginan akan terciptanya kesederajatan menyeluruh dan kenyataan sosiologis yang kuat tentang selalu hadirnya ketaksederejatan adalah pertentangan yang dalam catatan sejarah sudah berusia sejak sejarah manusia dapat ditrasir balik. Ketika pada abad ke-4 sebelum Masehi di dalam Negara-kota Athena mulai diperkenalkan dan dipraktekkan gagasan kemerdekan politik dan kesamaan setiap warga, maka sekurang-kurangnya dua per tiga dari seluruh penduduk Athena berada dalam status budak belian. Dalam masa modern setelah berkembangnya filsafat sosial di Eropa pada paro kedua abad ke-18 hingga abad ke-19, terlihat bahwa tokoh-tokoh pembela kesederajatan ini, dalam hidupnya sehari-hari, tidak dapat menghindar dari ketaksederajatan yang secara teoritis tidak mereka benarkan. Filosof Perancis, Jean-Jacques Rousseau (1712-1778), penganjur kebebasan alamiah untuk setiap orang, lepas dari ikatan kebudayaan dan pendidikan, tercatat sebagai seorang aristokrat yang manja dan eksentrik. Thomas Jefferson di Amerika (1743-1826) yang menganjurkan gagasan kesamaan atau kesederajatan semua orang, yang kemudian dimasukkan ke dalam Declaration of Independence Amerika Serikat, ternyata selama hidup hingga akhir hayatnya adalah seorang pemilik budak-belian. Demikian pula Karl Marx (1818-1883), yang dianggap nabi masyarakat tanpa kelas, melewatkan tiga puluh tahun terakhir hidupnya dalam lingkungan kelas menengah yang menyenangkan di Highgate dan mempekerjakan beberapa pelayan di rumahnya.<br />Dalam kaitan itu, rumusan “semua orang dilahirkan sama sederajat” (all men are born equal) dalam prakteknya ditafsirkan sebagai “semua orang semacam kita dilahirkan sama-sederajat” (all men who are people like us are born equal).<br /><em>(Ignas Kleden; Menulis Politik: Indonesia sebagai Utopia; Penerbit Buku Kompas;2001)</em></div>Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-87668448276462798642006-11-27T14:11:00.000+07:002006-11-27T14:19:34.472+07:00<a href="http://imagesforum.doctissimo.fr/mesimages/3479120/kamasutra%202.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://imagesforum.doctissimo.fr/mesimages/3479120/kamasutra%202.jpg" border="0" /></a><br /><div><br />Hubungan dalam perkawinan<br /><br />“Hiburan dalam masyarakat semacam menyempurnakan sebuah sloka yang diawali oleh yang lainnya, perkawinan dan upacara-upacara keagamaan dapat dilaksanakan bukan untuk saling mengungguli ataupun saling merendahkan, tetapi dengan persamaan hak. Ini hendaknya diketahui sebagai suatu ikatan tinggi, bila si pria setelah mengawini seorang gadis harus melayaninya dan melayani kaum kerabatnya yang selanjutnya bertindak selaku pelayan dan hubungan seperti itu dipastikan oleh kebaikan. Sebaliknya, hubungan yang memalukan adalah bilamana seorang pria bersama-sama dengan kaum kerabatnya memerintah istrinya bagaikan raja dan itu disebut hubungan rendah oleh para bijaksana. Tetapi, apabila keduanya, yaitu pria dan wanita mampu saling menyenangkan dan dimana kedua kerabat masing-masing pihak saling menghormati, hubungan tersebut disebut sebagai hubungan dalam pengertian yang semestinya. Oleh karena itu, seorang pria hendaknya jangan melakukan hubungan tinggi dimana ia diharuskan merendah dihadapan kerabatnya ataupun hubungan rendah yang secara universal dicela oleh semua orang.”<br />(Watsyayana; Kamasutra; Penerbit Paramitha Surabaya 1997)</div>Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-43220737450084473882006-11-16T10:01:00.000+07:002006-11-16T10:20:52.110+07:00<a href="http://www.mars-venus-counselors.com/images/jn-gray3.JPG"><img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.mars-venus-counselors.com/images/jn-gray3.JPG" border="0" /></a><br /><div>Pria dari Mars, Wanita dari Venus<br /><br />Bayangkanlah bahwa para pria berasal dari Mars dan para wanita dari Venus. Pada suatu hari di zaman dahulu, penduduk Mars yang sedang meneropong melalui teleskop menemukan orang-orang Venus. Melihat penduduk Venus , timbul perasaan-perasaan yang belum pernah mereka kenal. Mereka jatuh cinta dan segera menciptakan penerbangan angkasa untuk terbang ke Venus.<br /><br />Orang-orang Venus menyambut orang-orang Mars dengan tangan terbuka. Secara naluri, mereka tahu hari ini akan datang. Hati mereka terbuka lebar-lebar untuk cinta yang belum pernah mereka rasakan.<br /><br />Cinta antara penduduk Venus dengan penduduk Mars terasa ajaib. Mereka senang berkumpul bersama, melakukan segala sesuatu bersama, dan saling berbagi rasa. Meskipun bersal dari dunia yang berbeda, mereka bahagia atas perbedaan-perbedaan itu. Berbulan-bulan merela saling mempelajari, menjajagi, dan menghargai kebutuhan-kebutuhan, kesukaan-kesukaan, serta pola-pola tingkah laku mereka yang berlainan. Selama bertahun-tahun mereka hidup bersama dalam cinta dan keselarasan.<br /><br />Kemudian mereka memutuskan untuk terbang ke bumi. Pada awalnya segala sesuatunya indah dan menyenangkan. Tapi pengaruh atmosfer bumi mulai terasa, dan pada suatu pagi setiap orang terbangun dan mengalami suatu amnesia yang aneh-amnesia selektif!<br /><br />Baik orang Mars maupun orang-orang Venus itu lupa bahwa mereka berasal dari planet yang berbeda dan memang seharusnya berbeda. Pada suatu pagi, segala sesuatu yang mereka ketahui tentang perbedaan-perbedaan mereka terhapus dari ingatan dan sejak hari itu, para pria dan para wanita terus menerus bertengkar.<br />(John Gray, Mens are from Mars, Women are from Venus, PT Gramedia Pustaka Utama 2003)</div>Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-1160994486402346472006-10-16T17:21:00.000+07:002006-11-16T09:52:28.166+07:00<a href="http://home.planet.nl/~arief/rulers/p_suharto.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://home.planet.nl/~arief/rulers/p_suharto.jpg" border="0" /></a><br /><br />Tindakan saya terhadap (daripada) PKI<br /><br />Sejak menyaksikan dengan mata kepala sendiri apa yang di dapat di Lubang Buaya, kegiatan saya yang utama adalah menghancurkan PKI, menumpas perlawanan mereka di mana-mana, di ibukota, di daerah-daerah, dan di pegunungan tempat pelarian mereka. Mereka masih mencoba mendirikan kubu pertahanan sewaktu kami mengejar mereka.<br /><br />Tetapi saya tidak mau melibatkan AD secara langsung dalam pertentangan-pertentangan itu, kecuali pada saat-saat yang tepat dan terpaksa. Saya lebih suka memberikan bantuan kepada rakyat untuk melindungi dirinya sendiri dan membersihkan daerahnya masing-masing dari benih-benih yang jahat.<br /><br />(SOEHARTO, pikiran, ucapan, dan tindakan saya)Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-1159870430252818012006-10-03T17:06:00.000+07:002006-11-16T09:52:28.089+07:00<a href="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/wawancara/wawancara-layar02.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/wawancara/wawancara-layar02.jpg" border="0" /></a><br /><br />Rekayasa sejarah melalui foto<br /><br />Dalam acara <a href="http://www.kickandy.com/cari.asp?query=pki">Kick Andy di MetroTV </a>tanggal 17 Agustus 2006, Moelyono, mantan fotografer Koran KR (Kedaulatan Rakyat) Yogyakarta menampilkan foto mayat yang terbunuh dalam peristiwa 1965 dalam keadaan tangannya terikat satu sama lain. Menurut Moelyono itu adalah jenazah dua pemuda Marhaenis yang dibunuh oleh anggota PKI.<br />Pernyataan Moelyono itu berbeda dengan keterangan yang disampaikan kepada Karen Strasler yang mewawancarainya untuk penulisan disertasi di Universitas Michigan.<br />Fotografi dijadikan alat propaganda yang ampuh awal Orde Baru. Moelyono adalah fotografer KR yang diikutkan dalam operasi penumpasanG30S di daerah Klaten. Operasi itu berlangsung tiga bulan, ia hanya boleh pulang pada akhir pekan (dengan naik mobil tentara dan dikawal oleh Polisi Militer) untuk mencetak foto tersebut yang akan dimuat pada KR. Namun, foto-foto itu diseleksi terlebih dulu oleh militer.<br />Batalyon F Kodam Diponegoro melakukan pembersihan terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai anggota PKI di daerah Klaten. Kegiatan penembakan itu dilarang dijepret, baru setelah selesai dibunuh boleh dilakukan pemotretan. Foto dua orang yang disebutkan Moelyono sebagai pemuda marhaenis itu sebetulnya adalah dua orang anggota Pemuda Rakyat. Masing-masing mencoba melarikan diri ketika ditangkap dan langsung ditembak oleh tentara. Setelah ditembak, kedua orang itu diikat tangannya dan baru Moelyono disuruh memotretnya. Beberapa waktu kemudian diadakan pameran foto di berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta dan Medan dengan menampilkan foto-foto ala Moelyono tadi.<br />(Asvi Warman Adam, Wacana, Kompas 10 September 2006)Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-1159246224441199192006-09-26T11:44:00.000+07:002006-11-16T09:52:27.993+07:00<a href="http://partai-pib.or.id/pic_img.php?picid=585"><img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://partai-pib.or.id/pic_img.php?picid=585" border="0" /></a><br />Wilayah publik (di)Negara (yang belum) Sekuler<br /><br />Dimana Negara?<br />Sayangnya, dari segi inisiatif Negara tidak ada. Harusnya, Negara secara resmi memberi tahu bahwa politik publik mesti diatur dalam nilai sekuler. Sayangnya, sekuler ini juga salah di persepsi. Seolah-olah kaum liberal menuntut wilayah agama harus diliberalkan. Sebagian orang liberal yang tanggung pemahamannya juga akan berpikir begitu. Orang agama melihatnya sebagai desain orang yang anti-agama, padahal bukan itu. Begini, saya sebagai orang liberal akan menganjurkan kepada orang-orang agama untuk menjadi agamais yang sebaik-baiknya. Jadilah orang agama yang semaksimal mungkin, jadilah fundamental habis-habisan, tetapi jangan berpikir bahwa wilayah yang fundamental ini bisa diekspose untuk jadi nilai utama ke ranah publik.<br />Lebih tegas lagi, kalau ada yang menginginkan negeri ini menjadi negeri agama, ya silakan saja jalankan ide itu. Tetapi ide itu disalurkan di dalam wilayah politik yang bukan berbasiskan agama. Supaya kalau ide itu lolos-dan bisa saja lolos-ide itu sudah dibicarakan dalam wilayah yang terbuka. Ini yang banyak tidak dipahami orang sehingga menciptakan relasi sosial dengan dasar kecurigaan.<br />Sekuler bagi Anda?<br />Sekuler, menurut saya, orang yang paling beragama adalah orang yang paling sekuler karena ia bisa membedakan antara urusan keagamaan atau Tuhan da urusan dunia. Kalau urusan Tuhan atau agama mau diselenggarakan sebagai sebagai urusan politik, kesulitannya dalah dalam urusan politik segala sesuatunya harus bisa diedit. Nah, bagaimana kita akan mengedit kitab suci, kan tidak bisa. Biarkan saja yang tidak bisa diedit ini ditempatkan di tempat mulia, jangan dibawa-bawa seperti barang yang dipertukarkan dalam kehidupan politik.<br />Wilayah agama itu wilayah yang final, sedangkan wilayah politik itu wilayah yang possible. Jadi, nggak mungkin yang finalitas compatible dengan yang possible. Demarkasi itu yang harus dibikin, siapa yang bikin, ya itu menjadi tugas Negara. Supaya tidak saling pasang barikade, Islam pasang barikade, Kristen pasang barikade, minoritas lain pasang barikade, dan sebagainya. Sementara Negara nonton dari atas. Tidak ada wilayah publik yang bisa dinikmati bersama-sama. The public is not there anymore.<br />(wawancara Kompas dengan Rocky Gerung, 23 September 2006)Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-1155888351606970432006-08-18T15:03:00.000+07:002006-11-16T09:52:27.912+07:00<a href="http://www.leksikon.org/images/sartre_jp.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.leksikon.org/images/sartre_jp.jpg" border="0" /></a><br /><br />Pemuja buku<br /><br />Telah kuawali kehidupanku, pasti seperti aku akan menutupnya: ditengah buku-buku. Dalam kantor Kakek, buku ada dimana-mana; tidak boleh dibereskan kecuali setahun sekali,menjelang dimulainya ajaran baru sekolah di bulan Oktober. Meski belum bisa membaca, aku sudah memuja buku-buku yang nampak seperti tegaknya monumen batu: entah berdiri atau miring, sesak seperti bata di rak-rak perpustakaan atau berserakan di sana-sini seolah barisan menhir. Aku bisa merasakan bahwa kemakmuran keluarga tergantung pada buku-buku itu. Mereka semua mirip satu dengan lainnya, dan aku harus berjuang sendiri berjingkrak-jingkrak di ruang buku-buku nan suci itu, dikelilingi oleh wajah-wajah monumen kokoh dan kuno, yang telah menyaksikan kelahiranku, dan yang akan menyaksikan kematianku. Kekekalannya menjamin masa depan yang sedamai masa lalu.<br />[Jean Paul Sartre; KATA-KATA; PT. Gramedia Pustaka Utama 2001]Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-1155887905574241452006-07-18T14:41:00.000+07:002006-11-16T09:52:27.835+07:00<a href="http://homepages.ihug.co.nz/~stu/fret/visuals/adtijondro.jpg"><img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://homepages.ihug.co.nz/~stu/fret/visuals/adtijondro.jpg" border="0" /></a><br /><br />Nasib pengungsi dan media<br /><br />Di Poso, bantuan bagi pengungsi senilai Rp.200 miliar, hanya 25%-nya saja yang sampai kepada pengungsi.<br />PB: Apakah lembaga- lembaga independen yang membentuk yayasan dari uang bantuan bencana termasuk korupsi?<br />GEORGE: Bukan korupsi, tapi manipulasi. Misalnya dompet - dompet amal yang dikoordinir media - media. Pada kenyataannya, biaya karyawan dan ongkos membayar artis - artis penghibur, diambil dari dana sumbangan pirsawan atau pembaca. Dalam arti lain, pirsawan membiayai promosi media - media itu. Lebih parah lagi, apabila dana hasil sumbangan itu, kemudian digunakan untuk bisnis dan membangun proyek. Yang jelas, media adalah pihak yang paling diuntungkan dari adanya bencana.<br />[George Aditjondro, PLAY BOY interview, Juli 2006]Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-1155626839385913982006-07-11T14:22:00.000+07:002006-11-16T09:52:27.768+07:00<a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6462/1383/1600/TudeMitha.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6462/1383/200/TudeMitha.jpg" border="0" /></a><br />Menikah<br /><br />Kawan ideologis + Kawan ekonomis = Kawan biologis<br />(Tude & Mitha)Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-1150701760450601332006-06-19T14:20:00.000+07:002006-11-16T09:52:27.688+07:00Kekerasan Politik di Bali Modern<br /><br />Menyusul kudeta militer Indonesia pada Oktober 1965, pulau Bali meledak dalam kekerasan politik yang menyebabkan kira-kira 80.000 orang, atau sekitar 5 persen penduduknya, tewas. Dalam hal intensitas atau proporsi penduduk yang terbunuh, kekerasan di Bali itu bisa jadi melebihi yang disaksikan di Jawa pada masa yang sama. Penduduk di seantero pedesaan dieksekusi; para korban ditembak dengan senapan otomatis atau dicincang sampai mati dengan belati dan parang. Konon, sejumlah pembunuh meminum darah korbannya atau berjingkrak-jingkrak di atas sekian banyak orang yang mereka habisi.<br /><br />Orang mungkin mengira bahwa kejadian tersebut akan merangsang suatu perbincangan serius tentang masyarakat dan politik Bali. Betapapun, pembantaian tidak cocok dengan pandangan yang diterima luas bahwa Bali adalah surga dunia, dengan warganya yang artistik dan sangat religius hidup harmonis bersama alam dan sesama. Namun demikian, jauh dari memancing suatu pertimbangan kembali terhadap citra yang sangat lazim tentang Bali atau perdebatan mengenai politiknya, pembantaian itu telah diperlakukan entah sebagai bukti dari praanggapan tentang eksotisme Bali, atau sebagai anomali tak mengenakkan yang kiranya lebih baik dilupakan.<br />(Geoffrey Robinson; Sisi gelap Pulau Dewata; Penerbit LKiS Yogyakarta; 2006)Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-1150701617149320192006-06-19T13:45:00.000+07:002006-11-16T09:52:27.618+07:00<a href="http://what-the-hell-is-hell.com/fire2.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://what-the-hell-is-hell.com/fire2.jpg" border="0" /></a><br />Neraka-neraka bagi pendosa<br /><br /><br />Teks.19<br />Raja yang saya hormati, orang yang mencuri permata dan emas dari seorang brahmna atau orang lain, ditempatkan di neraka bernama Sandamsa. Disana kulitnya dikoyak dan dipisahkan dengan bola dan jepitan besi panas merah. Dengan cara ini, seluruh badannya dipotong-potong menjadi potongan-potongan.<br /><br />Teks 20<br />Lelaki atau perempuan yang melakukan hubungan kelamin tidak syah dengan lawan jenisnya, setelah mati dihukum oleh para pembantu Yamaraja di neraka Taptasurmi. Disana para lelaki atau perempuan itu dicambuk dengan cemeti. Yang laki dipaksa memeluk bentuk perempuan terbuat dari besi panas membara, dan yang perempuan dipaksa untuk memeluk bentuk serupa dengan orang laki. Begitulah hukuman untuk hubungan kelamin tidak syah.<br /><br />(Bhagawata Purana tentang Neraka; penerjemah: Darmayasa; penerbit PARAMITA Surabaya)Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-1150699407244310012006-06-19T13:27:00.000+07:002006-11-16T09:52:27.517+07:00Praktek-praktek rahasia untuk menghancurkan pasukan musuh<br /><br />Guna melindungi keempat varna, ia harus menggunakan praktek-praktek rahasia melawan yang tidak benar.<br />Kelompok racun, kalakuta dan lain-lain, harus dimasukkan dalam benda yang dipakai secara pribadi oleh musuh, oleh pria dan wanita masyarakat Mleccha yang disetujui, yang menyamar sebagai orang bongkok, orang kerdil, Kirata, orang yang bisu atau tuli, orang sinting, atau orang buta, dalam penampilan yang dapat dipercaya menurut negeri, pakaian, profesi, bahasa dan kelahiran.<br />Agen rahasia harus memasukkan senjata dalam barang untuk olah raga raja (musuh) dan di took yang dipergunakan olehnya, dan para agen yang mengikuti kegiatan rahasia, yang bergerak malam hari, dan mereka yang hidup dari api, harus memasukkan api (dalam benda-benda itu).<br />Bubuk kodok bertutul, serangga kaundinyaka dan krkana, pancakustha dan kelabang, bubuk uccidinga, kambali, satakanda, dihma dan kadal, bubuk cicak, reptil buta, karakntaka, serangga bau, dan gomarika, yang bercampur dengan air bhallantaka dan avalguja, menyebabkan mati secara langsung, atau asap itu (menyebabkannya)<br />Atau salah satu serangga itu, dimasak bersama ular hitam dan priyangu (campuran) ini harus dikeringkan; campuran itu dipercaya dapat menimbulkan kematian langsung<br /><br />(Kautilya; Artha Sastra; Penerbit PARAMITHA Surabaya 2005)Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-1143522660878982882006-05-04T11:51:00.000+07:002006-11-16T09:52:27.374+07:00<a href="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/tokoh/tokoh41.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/tokoh/tokoh41.jpg" border="0" /></a><br />Rakyat dan Negara<br /><br />Rakyat ada sebelum negara ada. Rakyatlah yang memberi bentuk negaranya. Negara adalah wadah (bentuk) segenap kehidupan dan penghidupan rakyat (unitaris atau federal), pada sistemnya: presidensial atau parlementer. Sosiologis Negara adalah suatu organisasi atau suatu sistem atau suatu lembaga. Politik Negara adalah suatu wilayah terbatas dengan penduduk tertentu, dengan suatu pemerintahan dan yang diakui internasional. Secara hukum negara adalah badan hukum. Secara realistis, negara hanya suatu sebutan, suatu fiksi belaka. Jadi tiada mungkinlah suatu tidak mempunyai rakyat, tetapi sebaliknya masih ada banyak rakyat yang belum terorganisasi sebagai negara karena penjajahan.<br />Jadi meskipun Negara sebagai badan hukum yang diakui mewakili Rakyat, melalui perantaraan pemerintahannya, namun demikian rakyatlah yang tetap segala-galanya, yang primer dan terakhir. Itulah salah satu sebab mengapa negara RI dalam UUD 1945-nya menyatakan kedaulatan adalah pada rakyat, bukan kepada negara, terlebih lagi bukan pada pemerintah. Rakyatlah yang juga berhak merubah bentuk negaranya melalui cara-cara seperti dietapkan dalam U.U Dasar atau Organik. Rakyat jugalah yang berhak menggabungkan diri dengan rakyat tetangganya bila disetujui keduabelah pihak, misalnya Korea Utara-Selatan, Jerman Barat-Timur, atau memutuskan diri keluar dari gabungan dan berdiri sendiri. Semuanya ditentukan oleh kemauan rakyat yang berdaulat, arti sederhananya, yang menjadi tuan di dalam dan di atas rumahnya yakni negara.<br />[<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yap_Thiam_Hien">Yap Thiam Hien</a>, Negara,HAM & Demokrasi,penerbit: YLBHI]Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-1146378889499300632006-04-30T13:32:00.000+07:002006-11-16T09:52:27.443+07:00Marhaen<br /><br />Kemudian aku menanyakan nama petani muda itu. Ia menyebut namanya. "Marhaen". Marhaen adalah nama yang biasa seperti Smith dan Jones. Di saat itu sinar ilham menggenangi otak-ku. Aku akan memakai nama itu untuk menamai semua orang Indonesia bernasib malang seperti itu! Semenjak itu kunamakan rakyatku rakyat Marhaen. <br />( Di lain kesempatan).<br />Aku menunjuk seorang tukang gerobak, " Engkau, engkau yang disana. Apakah engkau bekerja di pabrik untuk orang lain?"<br />"Tidak," katanya.<br />"Kalau begitu engkau adalah Marhaen". Aku menggerakkan tangan ke arah seorang tukang sate. "Engkau...engkau tidak punya pembantu, tidak punya majikan...engkau juga seorang Marhaen. Seorang Marhaen adalah orang yang mempunyai alat-alat yang sedikit. Orang kecil dengan milik kecil, dengan alat-alat kecil, sekedar cukup untuk dirinya sendiri. Bangsa kita yang puluhan juta jiwa, yang sudah dimelaratkan, bekerja bukan untuk orang lain dan tidak ada orang bekerja untuk dia. Tidak ada penghisapan tenaga seseorang oleh orang lain. Marhaenisme adalah Sosialisme Indonesia dalam praktek.<br />(Cindy Adams, Bung Karno penyambung lidah rakyat Indonesia)Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-15069671.post-1143521350958067632006-03-28T11:43:00.000+07:002006-11-16T09:52:27.293+07:00<a href="http://www.marxists.org/glossary/people/p/pics/paine-tom.jpg"><img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.marxists.org/glossary/people/p/pics/paine-tom.jpg" border="0" alt="" /></a><br />Peradaban dan Pemerintah<br /><br />Semakin sempurna peradaban, semakin tidak diperlukan pemerintah, sebab peradaban bisa mengurus dan memerintah dirinya sendiri. Tetapi praktek pemerintahan lama demikian bertentangan dengan apa yang dikatakan diatas; pengeluarannya justru meningkat, sedangkan seharusnya berkurang. Kehidupan beradab hanya butuh beberapa aturan hukum umum saja, aturan hukum yang bermanfaat untuk semua, sehingga apakah aturan hukum ditegakkan oleh pemerintah atau bukan, tidak jadi soal, hasilnya hampir sama saja. Bila kita lihat prinsip-prinsip apa yang menyatukan manusia menjadi masyarakat, dan dorongan-dorongan yang mengatur pergaulan mereka sesudahnya, akan kita lihat, sampai saat munculnya apa yang disebut pemerintah, hampir seluruh urusan diselenggarakan oleh unsur-unsur masyarakat secara alami satu terhadap yang lain. <br />Manusia, dalam kaitan dengan semua ini, adalah makhluk yang lebih taat asas daripada yang disadarinya, atau daripada yang diinginkan pemerintah untuk disadarinya.<br />[Thomas Paine, Daulat Manusia. Penerbit: Yayasan Obor Indonesia]Tudehttp://www.blogger.com/profile/08711606189474790930noreply@blogger.com